Senin, 25 Juli 2016

Setiap Karya Seni Mewakili Suatu Hal: Menikmati 9 Lukisan dalam Re:Orient

Yang hebat-hebat hanya tafsirannya, begitu kata Pramoedya Ananta Toer ketika menyoal hidup yang pada dasarnya sungguh sangat sederhana. Dan dari kesederhanaan hidup itu pula hadir karya-karya, untuk kemudian muncul tafsir-tafsir. Singkat cerita, baru saja diri ini memperoleh katalog menarik tentang pameran lukisan bertajuk Re-Orient yang dilaksanakan di Uni Emirat Arab pada tahun 2013 yang digagas oleh Barjeel Art Foundation. Dan inilah uniknya, pameran yang bermakna selalu up to date untuk dibicarakan sekalipun momentumnya tidak akan terulang. Tentu ini kebahagiaan tersendiri, tidak bisa hadir ke acaranya, namun bisa menikmati beberapa karyanya. Dan berikut ini sembilan karya yang menarik saat menikmatinya.

Sabtu, 23 Juli 2016

Empat Windu Universitas Terbuka Membangun Negeri Tercinta

Logo Universitas Terbuka
SEJAK diresmikan pada tanggal 4 September 1984, berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 41 Tahun 1984. Universitas Terbuka sebagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN) ke-45 terus berinovasi serta berkontribusi dalam pengembangan dan pembangunan dunia pendidikan dengan sistem jarak jauh yang memaksimalkan penggunaaan teknologi. Dan kini, di usianya yang ke-32, Universitas Terbuka terus menebalkan azamnya untuk membangun negeri tercinta, Indonesia. Apa saja sih kira-kira yang sudah diupayakan Universitas Terbuka dalam 4 (empat) windu kehadirannya dalam ranah pendidikan tinggi di negeri ini?

Kamis, 14 Juli 2016

Sepatu TOMKINS: Sepatu Sekolah, Kualitas Wah!

What do (wo)men want? Shoes.” 
― Mimi Pond

APA yang kita inginkan? Mimi Pond tidak berlebihan ketika menyebut Sepatu sebagai jawaban atas apa yang dinginkan oleh kita sekalian, khususnya bagi perempuan. Malahan, keinginan untuk memiliki sepatu tidak hanya soal jenis kelamin laki atau perempuan, tetapi dari anak-anak, remaja, hingga dewasa membutuhkan yang namanya sepatu; baik dalam artian yang sebenarnya ataupun dalam arti metaforis. 


Di tengah persaingan industri sepatu dalam negeri dan gempuran merek-merek luar di tanah air. Adakah pilihan yang tepat, nyaman, harga terjangkau, baik dari segi kualitas pun dari segi kecintaan pada produk dalam negeri? Jawabannya ADA. Dan TOMKINS nama mereknya! Oh iya...? Mengapa harus Sepatu TOMKINS sebagai pilihan sepatu sekolah yang kasual dan sportif?




Rabu, 13 Juli 2016

Seburuk-buruk Hamba

Janganlah kalian menjadi orang yang tak punya prinsip,” begitu sabda Muhammad shallallahu alaihi wa sallam yang kudapati dalam karyanya Syeikh Muhammad Al-Ghazali. Mengapa memegang suatu prinsip itu penting? 

Selasa, 12 Juli 2016

Garis Waktu Inovasi Dunia Islamisme Pada Abad Ke-7 sd Ke-9 Masehi

BANYAK dari kita beranggapan bahwa penemuan-penemuan yang bersifat pengetahuan dan teknologi itu hanya dimiliki orang-orang di benua Eropa. Bahkan sampai ada buku yang berjudul, "Apakah Hanya Bangsa Eropa yang Dapat Berpikir?" Sebagai bentuk kritik atas hegemoni dan merendahkan peran bangsa dan peradaban lainnya. Jika saja kita terbuka, bahwa semua bangsa turut serta dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, sehingga kita bisa sampai ke zaman modern ini. Dan kali ini, ada baiknya kita kembali mengingat kembali garis waktu inovasi pengetahuan dan teknologi di dunia Islam. Siapakah pelopornya?

Senin, 11 Juli 2016

Kita Bagai Bunga di Taman

Terimalah pemberian Allah dengan lapang dada,” begitu pesan baginda Muhammad shallallahu alaihi wa sallam. Aku kagum melihat mereka yang tetap tersenyum meski ditimpa musibah dan kesulitan yang menjerat kehidupannya. Senyuman mereka mengguratkan kelapangan dada mereka. Dan itulah rasanya pelipur dari duka di dalam setiap diri kita masing-masing. Dan sepertinya, keridaan mendamaikan hati. Sebagaimana dilantunkan oleh Muhammad Musthafa Hammam dalam syairnya yang terhdap pada Jaddid Hayatak-nya Syekh Muhammad al-Ghazali berikut ini: 

Minggu, 10 Juli 2016

Silaturahmi dan Kelebihan Power Bank Xiaomi


Jika hendak bertemu orang
Entah yang baik ataupun kurang
Dipikirkanlah segala dengan matang
Jangan pergi dengan sembarang

Sebagai makhluk sosial yang hidup di tengah masyarakat, kita pasti enggak bisa lepas dari yang namanya silaturahmi, hubungan yang baik, saling mengunjungi, memberi kabar dan segudang interaksi sosial lainnya. Tidak jarang, beberapa hal sepela bisa menjadi pemutus tali silaturahmi. Tentu kita tidak menginginkan hal itu bukan? Karena itu, hal berikut ini kiranya bisa menjadi perhatian, dan sejalan dengan syair pembuka di atas itu...

Sabtu, 09 Juli 2016

Suatu Kali di Suatu Jalan

JALANNYA penuh. Di kiri kanan sama saja. Tetapi ibarat laron yang keluar dari sarangnya, lalu terbang ke langit untuk menatap cahaya. Tidak ada kata takut, dan kalau perlu saling sikut. Aku ada diantaranya, dan berteman dengan hal-hal yang tidak terbayangkan. Siapa yang bisa menduga suatu fenomena? Sekalipun satu sama lain, di antara kita, saling memacu dan memicu suatu momen. Baik dan buruk? Itu suatu teka teki yang tidak gampang dipecahkan. 

Jumat, 08 Juli 2016

Ingatlah Pesan Ini ...

Dalam buku Quwwat al-Tahakkum fi al-Dzaat karya Dr. Ibrahim Elfiky—yang karyanya banyak diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, dan merupakan salah satu muslim yang berprofesi sebagai motivator yang ternama—banyak mengulang sebuah pesan yang sebaiknya diingat oleh pembacanya yang hendak “membengkeli” nasib. Dan pesannya itu… 

Kamis, 07 Juli 2016

Apa yang Dimulai dari Nol?

LEBARAN hari kedua. Seperti biasa, para tetangga bersiap-siap pergi nyekar, berziarah kepada keluarga yang sudah mendahului mereka. Aku sendiri, sudah melakukannya di lebaran hari pertama. Sekalipun aku dan keluarga sudah ziarah, lebaran tetap berlangsung dan terasa di tanggal 1 dan 2 Syawal, maka “hbh” pun tidak bisa dihindari. Iya, barangkali hanya di lebaran sajalah kita begitu mafhum maklum kepada diri kita masing-masing dan merasa penting terhadap “silaturahmi”—sesuatu yang seharusnya bisa menjadi batu loncatan untuk terus mempererat hubungan. Lalu antar kita saling nasehat, “Dimulai dari nol, ya!” Apa yang dimulai dari nol? 

Rabu, 06 Juli 2016

Allah Tidak Mengabulkan Doa

Pertama-tama, selamat lebaran bagiku dan rekan sekalian yang berkesempatan merayakannya. Semoga ramadan yang telah kita lalui bisa menjadikan kita pribadi yang kokoh laksana gunung, tidak seperti gunungan pasir di gurun yang mudah “dibentuk” angin topan kehidupan. Kali ini, bukan soal baju baru—karena memang tak ada itu—ataupun soal makanan ini itu. Kali ini, aku ingin berbagi isi khotbah yang disampaikan khatib saat salat idulfitri. Tentang satu sisi, bahwa “Allah Tidak Mengabulkan Doa”, padahal Allah berfirman, “Berdoalah, maka akan kukabulkan.” 

Selasa, 05 Juli 2016

Harus Ada yang Dipercaya?

Jika rekan sekalian pernah membaca salah satu karya Pramoedya Ananta Toer yang berjudul Midah Simanis Bergigi Emas, tentu tidak asing lagi dengan perempuan yang menjadi tokoh utamanya, yakni Midah. Ketika ia “lari” dari suaminya, dan pergi ke dalam kehidupan jalanan, dan bergabung dengan salah satu kelab keroncong. Ketua rombongan berkata kepada Midah, “… selamanya ada yang mesti dipercaya.” Haruskah ada yang dipercaya? 

Senin, 04 Juli 2016

Antara Ali dan Mu’awiyah: Sejarah Berdarah, Bagaimana Menyikapinya?

Siapa Ali? Beliau merupakan salah satu menantu Muhammad shallallahu alaihi wa sallam yang digelari “Singa Allah”, posisinya dalam perkembangan sejarah Islamisme cukup unik karena selain sebagai khalifah keempat setelah wafatnya baginda Muhammad shallallahu alaihi wa sallam, beliau pun merupakan salah satu Imam Syi’ah—menurut M. Moljum Khan, Ali ibn Abu Thalib pun merupakan perintis awal tasawuf dan ahli hukum pada masanya. Tidak heran dianggap pula “pintu” pengetahuan. Lalu siapa Mu’awiyah? 

Minggu, 03 Juli 2016

Bermimpi Allah dan Alamat-alamat Mimpi Lainnya

Dalam Kesusastraan Melayu Klasik, sudah lazim kita temui yang namanya syair-syair sebagai bentuk nasihat maupun pelajaran. Dari nama-namanya saja sudah sangat menarik minat, sekaligus menarik umpat. Mengingat, umumnya Kesusastraan Melayu Klasik sangat fantastik, sekalipun relijik. Misalnya saja ada Syair Takbir Mimpi, yang merupakan sebuah syair berisi takbir atau keterangan tentang mimpi-mimpi. Secara singkat isinya mirip primbon pada budaya Jawa. Menurut sejarah, Muhammad Taib merupakan orang yang mencap syair ini. Penasaran dengan isinya dan alamat yang diungkapkannya?

Sabtu, 02 Juli 2016

Aplikasi BebasBayar Bikin Mudik Lebaran Aman

App Mobile BebasBayar*
Setiap yang jauh dari keluarga pasti merasakan apa yang dinamakan dengan “rindu” kembali bertemu. Dan hal itu sudah menjadi satu tradisi tersendiri bagi masyarakat di Indonesia yang umumnya senang merantau. Mudik—atau berlayar, pergi ke hulu “asal”—pun dilakukan. Pada momen-momen hari besar keagamaan, utamanya saat Lebaran atau Idulfitri, banyak penduduk muslim di kota-kota besar yang mudik ke kampung halaman mereka. 


Sebagai kegiatan tahunan, tentu saja mudik harus dilakukan dengan perencanaan yang baik. Siapa saja yang hendak mudik harus memastikan bahwa perjalanan pulangnya ke kampung halaman berjalan dengan baik, aman, lancar, bebas dari segala marabahaya yang bisa terjadi di jalanan, dan yang pasti tidak dirisaukan oleh beban tagihan ini dan itu. Bisakah mudik lebaran tanpa pusing bayar tagihan di manapun dan kapapun? 

Jumat, 01 Juli 2016

Anak-anak, Kata-kata Tidak Pantas, dan Orang Dewasa yang Mati Rasa

Sejak dahulu kala hingga zaman modern dan seterusnya, “hal yang standar” yang dapat dilakukan pikiran kita adalah “mengingat”. Dan pada masa kanak-kanak perihal itu lebih besar lagi pengaruhnya kepada perbuatan yang kemudian muncul berdasarkan data yang ada dalam ingatannya. Seperti kata pepatah lama, “kita adalah apa yang kita ingat.” Lalu, mengapa kita masih saja terkejut sejadi-jadinya ketika ada anak-anak yang berujar ataupun bernyanyi dengan lirik yang tidak pantas bagi mereka (dan itu pantas bagi kita, yang dewasa)? 
L'homme est libre au moment qu'il veut l'être ― Voltaire