Senin, 29 Mei 2017

Mengulas #AboutLove by Tere Liye

Sampul #AboutLove by Tere Liye
Blurb:
"Jatuh cinta adalah salah satu anugerah terbaik. Cinta memberikan kita kesempatan memahami banyak hal. Cinta juga menjadi kita lebih dewasa, lebih berani, dan bertanggung jawab. Cinta pula yang menjadikan manusia menjadi manusia."

CINTA adalah penjelmaan yang tidak mudah dijelaskan, sekalipun ada banyak peribahasa yang berusaha 


mengungkapkan hakikat cinta, namun selalu saja masih ada sisa tentang pelbagai hal tentang cinta, berupa pertanyaan-pertanyaan dan penjelasan-penjelasan yang kadang kala membuat goyah seseorang. Bagaimana tidak, cinta memang paduan antara kenyataan sekaligus misteri. Sekalipun cinta—konon katanyamemenangkan segalanya. Walau begitu, tetap saja kita terus mencari pegangan karena lautan bernama cinta bukan lautan yang tenang dan dangkal.

Tidak salah, jika kebanyakan dari kita memiliki kutipan-kutipan favorit tentang cinta, yang menjadi tolok ukur dalam melangkah, agar berakhir pada kisah yang indah, atau kita akan tetap tabah sekalipun berakhir buruk. Akan tetapi, kadang kita memerlukan sesuatu yang tidak sekadar deretan kata. Untungnya kita hadir buku-buku yang berilustrasi dan berwarna, yang semakin memperkuat pesan yang ingin disampaikannya, dan memberikan warna tersendiri bagi pembacanya. Salah satunya adalah buku Tere Liye yang berjudul #AboutLove

#AboutLove merupakan rangkuman kutipan cinta terfavorit dari seorang Tere Liye. Isinya tidak hanya kata-kata dalam bentuknya yang biasa, tetapi disajikan dengan tampilan visual yang menarik pandangan mata. Sekalipun bukunya dapat diselesaikan dalam sekali duduk, tetapi ada beberapa kutipan yang menuntut kita untuk menyelam lebih dalam, bahkan menenggelamkan diri di dalamnya.

Walaupun judulnya terkesan serius, tetapi gaya bahasa yang dikreasikan oleh Tere Liye tergolong cair dengan diksi yang sederhana, bahkan beberapa dapat mengundang tawa, senyum, suka, dan bahkan rasa prihatin. Mengapa? Karena Tere Liye juga menyorot isu yang terjadi di kalangan remaja perihal cinta ini. Asyiknya, semuanya memiliki motif membangun bagi pembacanya. Tidak membuat orang terpuruk karena membacanya, tetapi tidak juga lantas terburu-buru menghakimi mereka yang tengah dirundung patah hati.

Ada juga kutipan yang menggelitik seperti ini:

"Bukankah ini benar?
Kalau kita pacaran,
terus manggil pacarnya
MAMA-PAPA,
atau
ABI-UMMI,
mesra banget di media sosial.
Maka saat putus,
genap sudah kita
JANDA-DUDA."
(hlm. 42)

Itu memang suatu fenomena, yang kini kerap dijumpai. Mulai di angkutan umum, sampai di taman-taman. Tidak hanya melalui pesan singkat, tetapi sudah tidak ragu lagi saling berucap dan memanggil dengan julukan-julukan yang tidak pas. 

Penulis juga menyoal perkara pengaruh masa lalu, yang katanya "Masa lalu tidak akan pernah menang karena dia selalu di belakang." (hlm. 8) Tetapi kita tahu, kadang pengaruhnya sulit sekali dihilangkan dan malah memupuk kesedihan saat mengingatnya. Tere Liye menyadari hal itu, maka dia pun berusaha menguatkan siapa saja yang tengah sedih karena hal itu, katanya, "Waktu selalu berbaik hati mengobati kesedihan. Jadi, kalau kita tidak tahu harus bagaimana lagi, biarkan obat ini bekerja. Cobalah untuk bertahan, menunggu, cepat atau lambat kesedihan itu akan PERGI." (hlm. 43)

Secara umum, kutipan-kutipannya memang cenderung menyembuhkan. Acap kali kita tidak begitu suka jika seseorang secara langsung menasihati kita, maka adanya buku #AboutLove bisa membuat kita merenungkan segala hal tentang cinta, agar tidak menjadi sia-sia. Bahwa buah luka yang mungkin tidak oleh cinta tidak selalu harus kita anggap apel beracun agar kita bunuh diri. Justru cinta mencoba menjadikan kita lebih manusiawi. Orang boleh saja menganggap beberapa kutipan terdengar klise dan mungkin cuma omong-kosong, apalagi kata-kata indah, tetapi kata-kata pada dasarnya memiliki kekuatan. Dan memang ada kekuatan dalam #AboutLove yang dapat memberikan energi positif terhadap pembacanya.

[]

Identitas Buku
Judul: #AboutLove
Penulis: Tere Liye
Cover dan Ilustrasi Isi: Orkha Creative
Penerbit Gramedia Pustaka Utama, 2015
128 halaman, ISBN 978-602-03-1778-6




 

1 komentar:

suatu kata merindukan kata lainnya

L'homme est libre au moment qu'il veut l'être ― Voltaire